Kerja Sama Usaha Provit Puluhan Juta (Pengalaman Pribadi)- Bag. 1

Awal Mula Perubahan

Beginilah nasib karyawan seperti ku. Pulang malam, kerja seharian, berangkat pagi. Sampai dirumah hanya melihat anak yang sudah tidur. Tidak sempat ada waktu bermain dengan mereka. Tak ada waktu untuk keluarga. Kemudian, tak terasa waktu berlalu, tiba- tiba saja anak sudah berubah dewasa. Huuuft… Nasib pegawai memang seperti ini. Namun semua harus disyukuri. Kalau melihat kakek- kakek yang masih bekerja jualan mainan sambil di gendong dagangan nya, keliling perumahan menawarkan mainan nya, pekerjaan kantor yang sudah ku dapatkan ini bisa dibilang lebih baik daripada mereka (dan harus di syukuri).

Tapi, masa setiap waktu tidak ada perubahan sama sekali?. Masa setiap tahun, hanya dapat gaji segitu melulu terus?. Tidak masalah donk kalau punya cita- cita. Tidak ada yang salah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Itu yang mendorong ku untuk mendapatkan penghasilan tambahan diluar gaji pegawai saat ini.

Kerja Sama Usaha yang aku inginkan dan yang harus ku hindari

Apa yang ku cari adalah sebuah kerja sama usaha. Karena aku masih ingin bekerja di perusahaan ini, jadi tidak ada minat untuk berbisnis sepenuhnya. Kalau berbisnis kecil- kecil an, aku sudah pernah melakukan nya. Hasil nya hancur. Hampir aku dipecat dari tempat kerja karena tidak konsentrasi bekerja (karena mengurusi masalah bisnis sendiri).

Aku sama sekali tidak tertarik dengan kerja sama usaha yang membuat ku tetap ikut bekerja !. Aku siap memberikan modal, dan aku tidak mau ikut bekerja !. Alasan nya adalah: [1]. Aku sudah memberikan uang modal, dan siap untuk merugi kalau usaha itu gagal. Untuk apa aku ikut bekerja juga?. Kan sudah ku beri modal?. [2]. Ikut bekerja sama juga menjadi pegawai orang yang memberikan kerja sama usaha. Tetap saja, aku akan mendapat perintah !. Aku sudah memberikan modal, malah masih dapat perintah !. Lucu kan?. [3]. Saat ini aku masih bekerja pada perusahaan besar di DKI Jakarta. Aku tidak mau keluar energi dan membuang waktu untuk ikut bekerja juga. Lagipula, lagi- lagi, aku sudah memberikan uang modal loh !. Mengapa aku harus ikut bekerja juga?. Aneh kan!?. [4]. Aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak memiliki sistem administrasi yang jelas. Aku ingin sistem pelaporan nya transparan, jelas, terdapat bukti pengeluaran, dan perhitungan arus kas nya sangat mendetail.

Ketika mencari informasi dengan Google, menggunakan kata kunci “Kerja Sama Usaha”, yang keluar hanyalah kerja sama serampangan, yang sama sekali tidak memiliki sistem administrasi yang jelas. Apalagi ketika aku mengeklik daftar info yang muncul di halaman OLX, kerja sama usaha yang ada sangat tidak jelas, dikelola dengan sangat tidak profesional, dan kebanyakan hanya seputar usaha- usaha tradisional, seperti: Les Privat, Buka Kedai Kopi, Buka warung makan, peternakan, susu, titipan mobil, jajanan/ snack, pangkas rambut, dan usaha- usaha kecil tidak profesional dan tidak di manajemen dalam bentuk organisasi.

Adalagi info yang kudapatkan, kerja sama usaha dari PT. SAMBUNG NYOWO !. Situs nya bisa dilihat disini: Dokter Bisnis- Anda Cari Peluang Usaha, Kami Tawarkan Kerja sama usaha. isi nya adalah: Kita perlu menjual produk mereka !. Ini sih bukan kerja sama usaha, tetapi jadi sales buat ngejual produk mereka. Emang nya aku bodoh apa jadi sales produk herbal gitu !. Nguntungin mereka aja !.

Ada lagi kerja sama bisnis properti. Tidak sedikit teman ku yang ikut dalam kerja sama ini. Pada akhirnya pun, mereka ikut kerja juga. Mereka harus mengeluarkan waktu dan tenaga juga. Dan yang paling parah, bisnis properti ini sangat sulit ternyata. Sangat sedikit pemilik tanah yang mau terpaku dengan satu Broker properti, dan sangat sedikit tanah yang benar- benar sudah Hak Milik (HM) seperti yang disyaratkan.

Kalau bisnis Investasi MLM (atau MMM nama baru nya sekarang tapi wujud masih sama), aku tidak bakal mau berdekatan dengan mereka. Karena sudah banyak teman ku yang jadi korban nya.

Awal Mula Kisah Melakukan Kerja Sama Usaha

Dan apa yang ku temukan akhirnya adalah sesuatu yang membanggakan. Sebuah UKM yang memberikan penghasilan pasif dari modal yang ku berikan untuk membantu mereka melakukan ekspansi usaha. Cerita mulanya, ada seorang rekan kerja ku satu kantor yang keluar. Sungguh berat hati sekali melihat dia keluar seperti itu. Karena dalam aktivitas kerja, dia sering membantu ku mengatasi masalah- masalah kerja yang muncul. Tiga bulan setelah dia keluar, tiba- tiba dia mengirimkan Chat BBM. Seingat ku, pukul 7 malam, dia mengirimkan pesan. Aku terkejut, dan ingin tahu kabar nya sekarang. Aku bertanya pada nya melalui Chat “Kabar mu bagaimana sekarang John?. Kok keluar kerja, tanpa pamit kepada ku lagi !”. Lalu dia membalas “Ya, kabar ku baik. Boleh main ke rumah mu?. Nanti ku ceritakan banyak hal”.

Tentu saja aku memperbolehkan nya berkunjung. Dia adalah salah satu rekan kerja terbaik yang ku miliki. Nama asli nya adalah Zulkifli. Tapi, aku biasa memanggil nya dengan “John”, karena itu nama ledekan nya. Tubuh nya besar, seperti petinju. Tapi dia adalah orang yang agamis, dan baik hati (menurut ku).

Setelah menunggu 15 menit, akhirnya dia datang dengan mobil Toyota Fortuner nya. Setelah dia keluar dari mobil, aku terus menyambutnya “WAH, Mobil baru sekarang?. Kerja apa sih kok bisa beli mobil begini?”. Pikir ku dalam hati: Nih orang pasti sudah sukses. Tapi, kan dia baru tiga bulan saja keluar dari tempat kerja. Masa bisa beli mobil Fortuner gitu. Dan, mobil itu harga nya 500 juta. Aku sempat tidak percaya, dan berfikir itu palingan mobil pinjaman. Tapi aku gak bertanya lebih lanjut. Kurang enak kan, masa aku tanya: itu mobil mu beneran atau mobil pinjaman?.

Apa Pekerjaan mu Sekarang?

Setelah masuk, istri ku menghidangkan the panas. Dia mengeluarkan sebatang rokok, yang membuat ku heran, karena dia sebelumnya bukan perokok. “Wah, berubah drastis kamu sekarang ya. Usaha apa sekarang?. Itu mobil baru mu?”.

Aku masih penasaran tentang mobil nya itu. Karena, memiliki Mobil Fortuner seperti itu, adalah suatu yang bisa dikatakan mimpi bagi ku. Gak pernah kebayang punya mobil itu.

“iya, itu mobil ku. Aku sekarang enggak kerja”, jawab nya setelah menenggak the hangat yang tersaji memang untuk nya. Hal ini tambah membuat ku bingung !. Enggak kerja tapi punya mobil?. Apa yang sebenarnya dia lakukan?. Dia memelihara tuyul atau menjadi babi ngepet?. Terkaan yang aneh- aneh keluar dari kepala ku. Karena, kan rasanya aneh. Dia dapat uang dari mana?.

Setelah ngobrol panjang lebar, dia kemudian bilang kalau dia sekarang bekerja sama dengan STAR SHARE, melalui program Investasi STASASHI. Sebuah perusahaan manajemen E-Bisnis berbasis IT. Dia memberikan bantuan modal, dan sebagai imbalan nya, dia mendapat persentase pembagian hasil dari usaha yang di bantunya tersebut. Setelah mendengar penjelasan itu, aku bertanya sambil bercanda (bertanya tidak serius) seperti ini “Emang berapa duit yang bisa si STAR SHARE itu berikan?. Kalau bagus, biar aku ikut lah.. Hehehee (sambil tertawa)”. Dia tidak menjawab nya secara pasti. Tapi dia jawab seperti ini “Ya, cukup lah untuk makan, bayar kredit rumah, dan ngangsur cicilan mobil ini”.

“oooh, ini mobil kredit ya?”. Secara spontan aku langsung keceplosan gitu. “Pasti Kredit lah Tom (nama ku Tommy). Siapa juga yang bisa punya uang 500 juta dalam waktu tiga bulan gitu”. Obrolan pun berlanjut kesana kemari secara mengasikan. Pukul 11 malam, dia baru pulang.

Beberapa hari kemudian, aku bertanya- tanya dalam hati. Emang berapa penghasilan yang bisa di dapatkan dari Investasi STASASHI itu. Karena Zulkifli kemarin tidak mengatakan berapa besar nya uang yang dia dapatkan !. Setelah ku hitung- hitung…. Angsuran Mobil Fortuner pasti 10 juta/ bulan. Angsuran rumah mungkin 5 juta/ bulan. Biaya hidup dan lain- lain paling 5 juta/ bulan. Total nya ada 20 juta. Mungkin lebih. Pikir ku, lumayan dapat 20 juta tiap bulan tanpa kerja. Si STAR SHARE itu yang kerja menggerakan uang nya.

Lihat cerita selanjutnya disini: Kerja Sama Usaha Provit Puluhan Juta (Pengalaman Pribadi)- Bag. 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *