Inspirasi Temukan Bisnis yang Menjanjikan

Inspirasi Temukan Bisnis yang Menjanjikan– Setiap waktu, keadaan sebuah masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut ternyata menimbulkan dampak positif dalam dunia bisnis yaitu selalu terciptanya bisnis yang menjanjikan. Kita sebagai masyarakt tentu tahu, perkembangan bisnis baik di negara sendiri maupun dunia. Namun hanya seorang pengusaha yang mendapatkan ide sebuah bisnis yang menjanjikan dari fenomena tersebut.

Hal tersebut seperti yang terjadi pada paman saya, beliau menjalankan sebuah bisnis yang menjanjikan hingga saat ini. Agar menjadi sebuah pembelajaran kepada teman-teman pembaca, saya akan menceritakan tentang paman saya dan bisnisnya tersebut dari awal hingga selesai. Jika teman-teman membacanya dengan hikmat dan penuh pemahaman, pasti sebuah kebijaksanaan berbisnis akan teman-teman dapat dari bisnis ini.

Kisah Paman Sukarjo

Paman saya itu bernama Sukarjo. Hanya Sukarjo, nama yang khas untuk orang-orang Jawa tempo dulu. Singkat dan berakhiran fonem O. paman Karjo, begitu saya memanggilnya, lulus dari Institut Pertanian Bogor tahun 2003. Setelah lulus kuliah, paman Karjo bukannya mencari kerja, justru hanya menganggur di rumah. Waktu itu paman Karjo tinggal bersama nenek di sebuah rumah di daerah Kiracondong, Bandung. Beliau malas-malas dari pagi hingga sore. Malamnya keluar entah kemana. Nenek waktu itu sampai kurus menasehati paman Karjo agar keluar mencari kerja. Namun jangankan dilsayakan, didengar saja tidak.

Saya tahu hal ini dari nenek sendiri ketika kami sekeluarga berkunjung ke rumahnya. Nenek berbaik hati menceritakan masa muda paman Karjo hingga tuntas.

Lanjut lagi, setelah beberapa bulan menganggur, akhirnya paman Karjo memutuskan merantau. Dengan uang ssaya seadanya dari nenek, ia pergi ke jakarta untuk mengadu nasib. Sebagai lulusan sarjana pertanian dari IPB, tentu tidak sulit bagi paman untuk mencari kerja. Ia kemudian diterima di sebuah pusat penelitian agrikultur di Jakarta.
Bekerja di situ dengan gaji yang lumayan besar membuat keluarga bangga dengan paman Karjo. Terutama nenek, setiap bulan paman Karjo selalu mengirimi nenek uang yang banyak. Tahun-tahun itu, menjadi titik balik kehidupan paman Karjo.

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai peneliti di pusat riset agrikultur, paman Karjo kemudian naik pangkat sebagai kapala laboratorium. Bayaran yang ia dapatkan sangat besar, memungkinkan dia untuk menikahi gadis jakarta dari keluarga berada. Kehidupan paman Karjo pun semakin baik.

Namun jalan pikiran orang ternyata tidak mudah ditebak. Dengan gaji tinggi serta jabatan yang dihormati di lab, tidak membuat paman Karjo nyaman. Ia akhirnya memutuskan resign dari pekerjaannya tersebut. awalnya semua anggota keluarga termasuk istri paman Karjo menolak keputusan tersebut. namun mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Paman Karjo tidak diduga ternyata memiliki tabungan deposito bank yang cukup banyak. Ia akhirnya membeli beberapa hektar tanah di daerah banjar, bandung. Kemudian dengan sisa uang, ia mendirikan sebuah rumah kaca.
Setelah jadi dan diisi, barulah kami tahu bahwa paman Karjo sedang menanam jamur di rumah kacanya. Ia mempertaruhkan semuanya untuk bisnis ini. Ia bahkan menjual rumahnya dan menggantinya dengan yang lebih kecil demi melanjutkan bisnis jamur tersebut.

Satu dua bulan bisnis tersebut jalan di tempat, namun tepat di bulan ketiga, bisnis paman Karjo berkembang pesat. Ternyata jamur-jamunya di jual ke jakarta. Ternyata selama ini ketika ber=kerja di Jakarta, ia memperhatikan banyak restoran-restoran di sana yang menyajiakan menu jamur. Kemudian ketika ia memesannya, menu tersebut selalu sold out. Dari situlah ia menangkap sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Melalu pengetahuaannya di bidang agrikultur, tidak sulit baginya untuk menanam jamur. Dengan perhitungan yang matang, akhirnya bisnis jamur paman Karjo bisa bertahan dan semakin besar seperti sekarang.

Itulah cerita tentang paman Karjo. Dia menemukan sebuah bisnis menjanjikan dari sebuah pengalamannya ketika di Jakarta. Ia merencanakan dengan matang, menghitung untung ruginya kemudian mengeksekusi di waktu yang tepat.

Sekarang, saya juga bekerja di sana menjadi kepala bidang distribusi. Bekerja di perusahaan paman saya mungkin tidak semenantang bekerja di tempat lain, karena di sini saya mendapat beberapa keistimewaan. Saya tidak memiliki insting bisnis seperti paman Karjo, oleh karena itu saya melakukan cara lain, yaitu investasi. Uang gaji selalu saya sisihkan untuk berinvestasi. Investasi yang saya pilih adalah STAR SHARE.

Dengan berinvestasi di perusahaan berbasis jaringan online tersebut, saya selalu mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dibandingkan gaji saya di perusahaan paman. Tidak masalah, investasi juga termasuk bisnis yang menjanjikan. Anda boleh saja mencobanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *